Waspadai ragam gangguan kesehatan anak saat mudik


Lebaran sebentar lagi..Lagu yang banyak dinyalakan di iklan televisi ini pasti familiar di telinga penduduk tanah air. Kegembiraan menyambut hari kemenangan terlihat dimana-mana terlebih ketika mendekati waktu yang dinantikan. Bagi ayah bunda yang mudik, rasanya tidak sabar segera melakukan perjalanan keluarga bersama anak tercinta. Tapi, di balik asyiknya mudik tersimpan resiko gangguan kesehatan anak yang mungkin orang tua tidak pernah sadari.

Perjalanan jauh menyimpan banyak ketidakpastian. Misalkan saja, bagi pengguna jalan darat, bensin habis mendadak atau mesin mogok sepertinya sudah biasa. Penumpang angkutan udara seperti pesawat juga tidak terhindarkan dari hambatan berpergian. Bagi ayah bunda yang membawa anak kecil, adanya hal di luar rencana berpergian pastilah meningkatkan resiko buah hati jatuh sakit.
4 Jenis penyakit anak yang mungkin menyerang saat perjalanan jauh

Berbeda dengan orang dewasa yang siap berpetualang kemana saja, si kecil belum tentu demikian. Ayah bunda pasti sering mendengar seputar lemahnya daya tahan tubuh seorang anak. Banyak orang tua menyesal serta bingung ketika buah hatinya jatuh sakit. Inilah kenapa, sangat penting untuk memahami dan mengetahui ragam penyakit yang mungkin menyerang anak di kala pulang kampung. Berikut 4 diantaranya:

1.       Alergi
Anak mendadak panas, rewel, sampai batuk pilek tanpa sebab banyak dijumpai saat perjalanan jauh. Orang tua bahkan kebingungan bagaimana mungkin kondisi si kecil mendadak sedemikian buruk, padahal beberapa jam lalu terlihat ceria. Kemungkinan besar, anak sedang terjangkit alergi, khususnya batuk alergi pada anak.

Dibanding semua penyakit yang lain, batuk karena alergi sangat banyak dijumpai. Penting bagi orang tua untuk banyak membaca artikel seputar batuk alergi pada anak. Ingat, penyebab batuk, terutama yang dipicu oleh alergi sangat beragam. Memperbanyak ilmu tentu membantu bunda dan ayah hindarkan si kecil dari sumber allergen alias pemicu alergi.

2.       Diare
Gangguan pencernaan si kecil berupa diare sangat banyak dijumpai pada peserta mudik. Jangan heran kalau penjualan popok meningkat pada rentang masa mudik karena faktor satu ini. Masalahnya adalah, orang tua kadang tidak paham kenapa anak bisa sampai terkena diare. Jawabannya cukup gampang yaitu virus, salah makan, atau bakteri.

Ketiga penyebab diare (virus, keracunan atau salah makan, dan bakteri) tersebar di ruangan terbuka. Bayangkan saja, virus misalkan, berapa banyak orang yang menyentuh anak dengan tangan kotor, atau malah anak tidak mau cuci tangan? Terang saja diare datang menyerang. Tenang, jangan panic, diare sendiri memiliki tingkat ringan dan berat.

Diare berat yang dimaksud adalah tipe diare yang memicu dehidrasi. Kondisi kekurangan cairan yang sangat fatal bagi anak terlebih ketika sedang berpergian. Pasalnya, meski orang tua menggunakan transportasi nyaman seperti mobil dan pesawat, panas terik di luar belum tentu menyegarkan tubuh bayi.

3.       Malaria
Penyakit malaria sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Wajar saja, banyaknya korban yang berjatuhan akibat malaria tidak bisa dihitung dengan jari. Sayangnya nyamuk penyebab malaria justru berpesta pora ketika ada manusia baru. Akibatnya, orang tua yang berpergian bersama anak sangat rentan terkena penyakit malaria.

Ada beberapa daerah di Indonesia yang sempat menjadi sarang nyamuk malaria, diantaranya NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Bukannya membuat ayah bunda berprasangka buruk yang tentu bukan inti perayaan lebaran, namun waspada tetap diperlukan. Jika orang tua berpergian ke daerah yang beresiko malaria, ada baiknya berbicara dengan dokter mengenai solusi terbaik mencegah malaria.

4.       Rabies
Kucing dan anjing merupakan 2 hewan menggemaskan yang banyak dijumpai secara liar di Indonesia. Orang tua yang sering berpergian pasti tahu betapa efektifnya mengajak si kecil bermain dengan hewan liar supaya tidak rewel. Akan tetapi, kucing dan anjing liar sebetulnya sangat beresiko memicu penyakit berbahaya seperti rabies, jika keberuntungan sedang tidak dalam pihak anak. 

Melarang anak bermain dengan kucing sangat mungkin membuat dirinya ingin melanggar. Langkah paling tepat untuk dilakukan adalah mengajak si kecil melihat hewan liar dari jauh. Dengan demikian, orang tua bisa melarang anak tanpa harus menggunakan ucapan verbal. Supaya lebih aman, menyuntikkan vaksin rabies bisa jadi langkah yang cukup tepat.

Bagaimana cara mencegah anak terserang penyakit?

Mencegah memang selalu lebih baik dibanding mengobati. Apalagi, kalau dalam kondisi berpergian, tenaga akan terkuras habis, anak jatuh sakit pasti bukan sesuatu yang diharapkan. Cukup jelas bila melakukan beberapa pencegahan seperti konsultasi dokter akan sangat membantu mengurangi resiko penyakit.

Beberapa orang tua mungkin tidak merasa pentingnya bicara dengan seorang ahli kesehatan bila anak masih dalam kondisi sehat. Padahal, dalam upaya mencegah penyakit anak di saat mudik, bicara langsung dengan dokter akan sangat membantu. Setidaknya, ada 3 pertanyaan yang orang tua harus tahu jawabannya, yaitu:

1.       Riwayat kesehatan anak
2.       Jenis alergi yang mungkin mengidap anak lengkap dengan pemicunya.
3.       Obat umum yang cocok untuk buah hati

Bagaimana jika anak tetap jatuh sakit?

Kadangkala, persiapan yang matang belum tentu bisa melawan takdir. Jika anak memang jatuh sakit saat perjalanan, dan obat yang disarankan dokter tidak berhasil meringankan, jangan panik. Satu-satunya musuh ayah bunda dalam menghadapi anak sakit adalah kebingungan tanpa alasan. Tarik nafas, tetap tenang. Coba hubungi layanan dokter gratis seperti careline untuk temukan solusi menghadapi penyakit anak yang paling tepat.  

Comments